Trip to Bogoooorrr

Minggu, 22 Desember 2013
Haii ketemu lagi :D
Alhamdulillah kemarin tepat tanggal 22-24 November, weE & mbak Eva hadir di kota Depok tercintah.. Alhamdulillah ibu kostnya juga baik minjemin kamar bawah utk menyambut temen2ku  ini.. :)

Trip ini diadakan dengan dadakan sebagai pengganti jalan2 ke Bali yg ga jadi karena berdekatan dengan waktu seminar Tesis. Direncanakan sejak 3 minggu sebelum Tgl 22, gw n weE memutuskan untuk memilih kota Bogor sebagai daerah tujuan jalan2 kali ini.

Ice skating, Jungle Land n Pura di kaki Gunung Salak, Kubah Mas n wisata kuliner terschedule untuk dilaksanakan.. Tapi apa daya cm 3 tempat aja yg bisa kami datangi karena keterbatasan waktu..

Kamis, 21 Nov 2013
Hari ini gw udah sibuk bersih2in kamar bawah yg bakal dihuni sama weE+mbak Eva.. Tapi gara2 numpahin minyak di dapur,, ujung2nya lantai bawah agak2 lengket gimana gitu meskipun udah dipel berkali2 -__-

Sekitar jam 14, gw putusin untuk nyari literatur tesis yg bakal gw ajuin pas bimbingin Jumat besok. Sialnya yg dicari gada di perpus pusat. Perpus Jurusanpun sedang dalam perbaikan. Akhirnya memutuskan pulang ke kostan. Sedihnya dengan oon gw naek bikun bertulis politeknik -_- n ikut tersasar dengan lamanya di Poltek -_- Ojegpun jadi alternatif untuk menuju kostan.

Sekitar pukul 18, si weE n mbak Eva masih aja belom sampe kebon jeruk. Tapi gw waswas krn mungkin aja ini bocah2 kagak ada yg tau dmn itu kebun jeruk qiqiqi. jadi ba'da shalat magrib gw putusin untuk berangkat ke Kp Rambutan dengan menaikki angkot 19.

Sambil menunggu perjalanan yg ga sebentar, gw sms bokap memberi kabar kalo gw lagi otw ke Kp Rambutan. Nada balasan bokap siy cm "Malam2 begini? Ati2 dijalan" tapi ga lama kecemasan beliau baru muncul dengan sms "adk nunggunya di deket pos petugas yah" hehe ga lama si nyokap juga sms hal yg ga jauh beda.. qiqiqi,, kadang menyenangkan dikhawatirin orang2 yg disayang :D tp ga suka dikhawatirin sama orang2 sok SKSD -_-

Pas sampe di Rambutan ngeliat ada Bus primajasa. Sebenernya ini kali kdua gw memasuki terminal ini dengan was2.. gw agak asing sm Kp rambutan. Gw selalu nunggu bus merak di Jalan baru n ga pernah nyoba nyari bus di dalam terminal ini. Gelep, remang kesan yg gw liad dari terminal yg satu ini. Gw menuju bus Primajasa tadi berharap ada weE n mbak Eva. Tapi ternyata, mereka naik lajuprima (bus yg ada tepat di belakang bus Primajasa). Gw ngerasa beruntung ketemu sm mereka di mulut terminal. Karna ga kebayang kalo harus masuk ke dalam terminal itu -_-.

Sampe kostan, beberes n membiarkan mereka istirahat. Malem ini gw bobo sekasur sama weE. salah satu sahabat terbaik gw. Rasanya seneng kayanya kalo punya kakak cewe :D Tapi gw malah jadi kangen windy.. coba ada windy dsni.. pasti lebih menyenangkan..

Setelah weE terlelap, gw buka laptop n nyelesaiin tesis mpe jam 2 pagi, lalu shlt malam n tidur. Kira2 pukul 4.15 alarm bunyi, shlt subuh.. WeE juga bangun tp gw bilang masih jam 4 lalu dy tidur lagi :D

Jumat, 22 Nov 2013
Bangun2 jam setengah 8. sungguh males mandi kalo abis begadangan n kurang tidur.
Tadinya, agenda pagi ini, weE+mbak eva, bisa foto2 kll UI. tapi mgkn karena kecapekan mereka lebih memilih tidur.

Ba'da dzuhur kami meluncur ke Taman Anggrek. Kasian banget sama mereka bedua karena harus merasakan perjalanan yg cukup jauh naek bus. Sampe di sana, kami memilih foto2 dlu.. Terus baru memasuki arena ice skating. Tapi diotak masih kepikiran nasib si mala yang baru sampe jakarta tengah malam. Sialnya ini hape cuma ada tulisan "SOS" .. -_- jadi sambil maen ice skate sambil bolak/i liad BB.. Tanya2 mala.. Minta tolong daus n yendra untuk menjemput n menampung mala biar ga kemaleman di jalan.

Di sini mbak eva n weE cm ngejegrek berjam2 dipinggir, ga berani ketengah karna takut jatoh. Padahal smua orang juga jatoh2an :D WeE bahkan sampe di bully sama anak kecil sambil mengacungkan jempol terbalik hahahaha.. kocak

Sabtu, 23 Nov 2013
Bangun kesiangan sekitar jam 6 kurang 10. Itu juga pas weE masuk ke kamar. Langsung heboh nyuruh weE nelp mala buat tanya posisi dimana? gw sendiri langsung ngacir ke wc untuk wudhu. karena kedengerannya mereka masih capek, jadi gw putusin untuk tiduran lagi. eh ga lama ditelp mereka :)))

Berangkat kira2 stgh 10an. meeting point di stasiun UI. kami siap menuju JungleLand.

Naek kereta menuju Stasiun Bogor. sesampainya disana, shlt dzuhur dlu terus lanjut makan di KFC depan stasiun. Menuju jungleland ini melalu 3 tahap dari stasiun Bogor. Persis di depan stasiun kita bisa naek angkot 03 menuju Botani Square (3000), kemudian lanjut naek TransPakuan (5000) menuju bellanova, disana kami ketemu driver freeshuttle jungleland yg baik hati namanya Pak Tato.

Memasuki kawasan sentul ke Jungleland ini kita disugguhi pemandangan yg bener2 apik. Rasanya damai tinggal disana. Tapi pas turun mobil huuuuhhhh teriknyaaaaaaaaa......

Tapi bener deh ini tempat wisata emang bagus untuk wisata keluarga. Meskipun permainan yg disuguhi masih kurang ekstrem :D mgkn karena banyak yg masih dalam rekonstruksi. Maklum ini ternyata belum opening :D Tapi seru siy buat foto2 n mungkin buat anak2nya.

Minggu, 24 Nov 2013
Diawali dengan malesnya bangun pagi apalagi mandi.. akhirnya telat sampe Kober n disambut dengan muka masemnya Daus -_- seharian didiemin tp ga menyurutkan langkah kami menuju kaki gunung salak untuk melihat Pura Parahyangan Agung Jagatkartta.

Dari St. Bogor kita naik 02 menuju Bogor Trade Mall (3rb) yang dilanjutkan dengan naik angkot *lupa* menuju Pura (7rb). Sesampainya di bawah pura, kami bertanya ke ojeg dsana berapa jauh perjalanan menuju lokasi.. n dijawablah sekitar 1 km lebih. Karena merasa sudah cukup sering jalan kaki lebih dari 1km, akhirnya kami memutuskan jalan kaki n melalui medan tanjakan.

Tenyata oh ternyata,, jaraknya hampir 2 km.. Kaki mulai sakit cuma masih penasaran aja pengen liat bentuknya seperti apa?

Setelah sampai di muka Pura, kami memilih untuk makan siang dulu persis di depan gerbang. Baru masuk ke dalam pura yg ternyata hanya boleh masuk sampai ke gerbang ke dua.

Kurang puas sejujurnya, tp kita juga harus menghargainya karena Pura ini masih beroperasi sebagai tempat peribadatan bukan tempat wisata. :) viewny keren,,

Stasiun UI

Pintu masuk Jungle Land

Gerbang 1 Pura

Jalan menuju Pura (100 m)



Add caption


Pintu Ticketing Jungle Land
taman di dalam Gerbang 2 Pura



Teknologi Ozon dalam Mendegradasi Senyawa Fenol

Perkembangan pada sektor industri tidak hanya memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia tetapi juga menimbulkan konsekuensi tersendiri bagi lingkungan, yaitu dengan keberadaan limbah yang dihasilkan dan sebagian besar berupa limbah cair organik yang berbahaya. Salah satu limbah cair berbahaya tersebut adalah senyawa fenol.

Senyawa Fenol
Fenol (C6H5OH) merupakan senyawa fenolik dasar, yaitu senyawa dengan gugus hidroksil (-OH) berikatan pada hidrokarbon aromatis yang dapat berupa padatan kristal putih dengan bau yang khas. Senyawa fenol terdapat dalam limbah industri obat-obatan, industri plastik, industri batu bara, industri kimia, industri bahan peledak, industri tekstil dan pengilangan minyak.
Senyawa fenol jarang dijumpai dalam keadaan murni, pada umumnya bergabung dengan senyawa-senyawa turunannya seperti pentaklorofenol (PCP), 2,4,6-triklorofenol (TCP), nitrofenol, dan juga dinitrofenol (DNP). Senyawa fenol memiliki toksisitas yang tinggi terhadap biota aquatik di perairan dengan tingkat toksisitas yang berbeda-beda terhadap berbagai jenis biota aquatik. Toksisitas ini sangat dipengaruhi oleh faktor fisika dan kimia air itu sendiri. Pada keadaan temperatur yang tinggi dan kelarutan oksigen dalam air rendah, maka toksisitas terhadap biota aquatik akan bertambah tinggi. Jika pH air tinggi, maka laju degradasi senyawa ini akan menjadi rendah pula. Hal ini di karenakan pada pH rendah aktivitas mikroorganisme akan terhambat dan di samping itu oksigen tidak dapat larut pada pH air yang rendah, sehingga akan mengurangi persediaan oksigen yang diperlukan mikroorganisme untuk menguraikan senyawa fenol dalam air (Luvita, 2012).
Kontaminasi fenol pada manusia dapat menyebabkan berbagai penyakit mulai dari iritasi, gangguan saraf, kerusakan hati dan ginjal hingga penyakit kronis yang bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) dan teratogenik (menyebabkan cacat kelahiran). Oleh karena itu, senyawa fenolik dalam limbah cair dikategorikan sebagai limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) dengan kadar maksimum yang telah ditetapkan berkisar 0,5 mg/L  1,0 mg/L sesuai KEP-51/MENLH/10/1995. Oleh karena itu, pengolahan limbah fenol sangat diperhatikan untuk menghindari bahaya tersebut.

Pendekatan Teknologi untuk Minimalisasi Keberadaan Fenol
Beberapa teknologi telah dilakukan untuk pengolahan limbah fenol di antaranya dengan metode fisika, yaitu: adsorpsi, filtrasi, dan reverse osmosis, serta metode kimia, yaitu: ion exchange dan ekstraksi, juga metode biologi, yaitu: proses aerob dan anerob. Akan tetapi metode tersebut memerlukan beberapa tahapan proses, bahan kimia, serta menghasilkan residu yang berbahaya bagi kesehatan.
Salah satu alternatif pengolahan limbah fenolik yang paling potensial adalah dengan teknik ozonasi, yaitu teknik oksidasi kimiawi yang menggunakan ozon sebagai oksidator kuat untuk mendegradasi fenol. Teknik ozonasi merupakan teknologi yang ramah terhadap lingkungan. Di samping itu, beberapa kelebihan dari teknologi ini dapat disebutkan di antaranya: instalasi pengolahannya tidak membutuhkan tempat yang luas, proses pengolahan yang relatif cepat, tidak memerlukan pemakaian bahan kimia lain, efektifitas dan efisiensi yang tinggi dalam penguraian berbagai senyawa organik, termasuk salah satunya adalah senyawa fenol (Bismo, 1998).

Ozon & Degradasi Fenol
Ozon merupakan salah satu oksidator kuat di mana digunakan pertama kali oleh de Meritens (1886) di Perancis untuk menghilangkan polutan dalam air hingga akhirnya sampai saat ini telah meluas pemakaiannya dalam berbagai bidang di antaranya bidang teknologi dan sains kimia, bioteknologi, lingkungan industri, makanan, pengalengan, kertas, tekstil, dan kedokteran. Beberapa kemampuan dari ozon adalah sebagai desinfektan bakteri, menonaktifkan virus, membunuh lumut dan alga, menghilangkan warna, bau dan rasa, menghilangkan limbah organik (fenol, detergen, pestisida) dan limbah non-organik (sianida, sulfida, nitrat dan lainnya) (Leonita, 2012).
Ozonasi senyawa aromatis secara langsung terjadi melalui reaksi elektrofilik, di mana muatan positif dari ozon menyerang posisi senyawa aromatik yang banyak mengandung muatan negatif (posisi orto dan para). Secara umum ozonasi fenol menghasilkan senyawa intermediet asam seperti asam oksalat, maleat, mukonat, mesotartat, glikolat, dan glioksalat. Gambar di bawah ini merupakan skema reaksi fenol dengan ozon.
(Sumber: Lenglais dkk dalam Karamah 2001)

Pada proses degradasi senyawa fenol menggunakan teknik ozonasi, penyisihan fenol dipengaruhi oleh beberapa variabel yang penting, yaitu: laju sirkulasi, pH awal, konsentrasi awal, volume awal, dan sistem proses kontinyu.

Hasil Bongkaran Berkas-Berkas di Kamar

Sabtu, 21 Desember 2013
Hehehe abis bongkar-bongkar isi kamar nih...
Ternyata ada beberapa gambaran yang ditemukan,,
Tidak dalam keadaan galau.. cuma suka dg hasil gambarnya, n mencoba menghargai serta mengabadikan hasil karya pribadi :) bukan untuk galau-galauan.

Hasil gambaran yg bakal dishare ini hampir smua hasil khayalan yg dikolaborasikan dg kenyataan..dan ada 2 yg visualisasi dari mimpi waktu tidur malem :D


Ini dibuat pas Kak Lusi masih terpisah Jauh dg Kak Zulham (Sulawesi - Belanda)


Ini gambaran buat Cicik Dilla & Oom Pakde Danang waktu kehamilan pertama

Ini udah lama banget.. 2009 ,,

Ini dibuat waktu 4th anniv sama yg terdahulu "mantan" :p.. suka aja sama gambarnya,, 
Ini komik pendek kedua,, sebelum komik tentang kak Lusi & kak Zulham yg pernah diupload sblmnya... (part 1)
(part II)

ini abis mimpi, bangun-bangun langsung ngegambar ini.. Emang gaje siy,, ntah apa cerita sebenernya


___________

masa lalu adalah kenangan.. saya tidak pernah menyesal melewatinya dengan beberapa kehilangan.
Karena ia yang menjadikan saya kuat melangkah sejauh ini. :)

Semangat!
N berlalulah masa lalu. letakmu ada di belakangku ;)

Penyebab Ketengikan pada Minyak Nabati & Pencegahannya

Jumat, 20 Desember 2013
Apasih Penyebab Ketengikan pada Minyak Nabati???
Proses kerusakan minyak dapat terjadi karena pemanasan yang mengakibatkan perubahan susunan kimiawi karena terurainya trigliserida menjadi gliserol dan asam-asam lemak. Asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap banyak atau polyunsaturated fatty acids  (PUFA) menyebabkan minyak nabati sangat rentan terhadap oksidasi sehingga menyebabkan ketengikan (Chan, 2005).
Ketengikan (rancidity) terjadi karena asam lemak pada suhu ruang dirombak akibat hidrolisis atau oksidasi menjadi hidrokarbon, alkanal, atau keton, serta sedikit epoksi dan alkohol (alkanol). Bau yang kurang sedap muncul akibat campuran dari berbagai produk ini. Selain itu, pada suhu kamar, proses ini dapat terjadi selama proses pengolahan menggunakan suhu tinggi. Oksidasi terjadi pada ikatan tidak jenuh dalam asam lemak. Pada suhu kamar sampai dengan suhu 100 oC, setiap ikatan tidak jenuh dapat mengabsorbsi dua atom oksigen, sehingga terbentuk persenyawaan peroksida yang bersifat labil. Peroksida ini dapat menguraikan radikal tidak jenuh yang masih utuh sehingga terbentuk dua molekul persenyawaan oksida. Proses pembentukan peroksida ini dipercepat oleh adanya cahaya, suasana asam, kelembaban udara dan katalis. Beberapa jenis logam atau garam-garamnya yang terdapat dalam minyak merupakan katalisator dalam proses oksidasi, misalnya logam tembaga, besi, kobalt, vanadium, mangan, nikel, chromium, sedangkan aluminium kecil pengaruhnya terhadap proses oksidasi (Ketaren, S., 1986).
Mekanisme terbentuknya peroksida dapat dilihat pada Gambar berikut.
Gambar Mekanisme Reaksi Terjadinya Peroksida
(Daniel dalam Sudarmadji, 1989)

Inilah Cara Pencegahannya :D
Proses oksidasi asam lemak minyak dapat dicegah dengan cara menambahkan antioksidan, disimpan dalam freezer (dibekukan), dan pemanasan pendahuluan (blanching) (Winarno, 2002).
Antioksidan dapat menghambat proses ketengikan karena antioksidan lebih reaktif dari oksigen. Molekul aktif dari antioksidan menggagalkan terbentuknya peroksida dengan mengikat oksigen. Antioksidan dari minyak untuk bahan makanan biasanya merupakan bentuk phenolic. Aktifitas antioksidan tipe phenolic dapat disetarakan dengan reaksi kesetimbangan redoks antara quinol dan quinine. Orto dan para hydroxyphenol merupakan antioksidan yang sangat kuat, tetapi meta hydroxyphenol tidak.
Mekanisme kerja antioksidan memiliki dua fungsi. Fungsi pertama merupakan fungsi utama dari antioksidan yaitu sebagai pemberi atom hidrogen. Antioksidan (AH) yang mempunyai fungsi utama tersebut sering disebut sebagai antioksidan primer. Senyawa ini dapat memberikan atom hidrogen secara cepat ke radikal lipida (R*, ROO*) atau mengubahnya ke bentuk lebih stabil, sementara turunan radikal antioksidan (A*) tersebut memiliki keadaan lebih stabil dibanding radikal lipida. Fungsi kedua merupakan fungsi sekunder antioksidan, yaitu memperlambat laju autooksidasi dengan berbagai mekanisme diluar mekanisme pemutusan rantai autooksidasi dengan pengubahan radikal lipida ke bentuk lebih stabil (Gordon dalam Siswati dkk).
Penambahan antioksidan (AH) primer dengan konsentrasi rendah pada lipida dapat menghambat atau mencegah reaksi autooksidasi lemak dan minyak. Penambahan tersebut dapat menghalangi reaksi oksidasi pada tahap inisiasi maupun propagasi. Radikal-radikal antioksidan (A*) yang terbentuk pada reaksi tersebut relatif stabil dan tidak mempunyai cukup energi untuk dapat bereaksi dengan molekul lipida lain membentuk radikal lipida baru (Gordon dalam Siswati dkk.).
Inisiasi Radikal lipida:
R* + AH         >>>            RH + A*
Propagasi:
ROO* + AH         >>>          ROOH + A*
Dua senyawa alami yang sering digunakan sebagai antioksidan ialah asam askorbat (vitamin C) dan α-tokoferol (vitamin E). Persenyawaan antioksidan yang terdapat secara alamiah, dalam minyak adalah tocopherol (vitamin E), polifenol, gossypol atau turunan dari anthosianin dan flavones.

______________________
Ya ALLAH, Sesungguhnya aku berlindung kepada ENGKAU dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah merasa kenyang dan dari doa yang tidak dikabulkan (HR Muslim No. 6906) o:) aamiin

Potensi Kelapa Sawit, Kedelai, dan Mikroalga sebagai Bahan Baku Oleokimia Indonesia

a.       Potensi Minyak Kelapa Sawit Untuk Oleokimia
Bahan baku utama oleokimia pada awalnya adalah tallo dan minyak kelapa yang masing-masing merupakan sumber asam lemak C16 dan C18 serta C12 dan C14. Namun peningkatan produksi tallow dan produksi minyak kelapa sangat sedikit sehingga diperkirakan tidak dapat memenuhi kebutuhan sumber bahan baku oleokimia dimasa yang akan datang. Alternatif pengganti tallow dan minyak kelapa sebagai bahan baku oleokimia adalah CPO dan PKO, karena masing-masing mengandung asam lemak C16 dan C18 serta C12 dan C14 (Kementrian Pertanian, 2013).
Potensi Indonesia sangat mendukung dalam pengembangan produk oleokimia dasar, seperti: fatty acid, fatty alcohol, methyl ester, glyserol dan produk oleokimia turunan lainnya.
Sebagian besar industri oleokimia di Indonesia menggunakan bahan baku dari minyak kelapa sawit, yaitu sebesar 94,3 % dari total konsumsi. Industri oleokimia hanya mampu menyerap sebagian kecil produksi saja, yaitu sebesar 8,7 % dari total produksi PKO dan 1,7 % dari total produksi CPO (Lembaga Riset Perkebunan Indonesia, 2013).
Potensi CPO Indonesia sangat besar dan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Bahkan saat ini, Indonesia telah menjadi produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia, melebihi Malaysia yaitu 2 juta ton per tahun (Direktorat Jenderal Industri Agro dan Kimia, 2009).
Kelebihan:
-  Tanaman sawit menghasilkan minyak lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman lain. Kandungan minyak yang tinggi dapat meminimalkan biaya produksi sehingga lebih disukai produsen (Kamarudin, 2011); dan
-          Tanaman ini dapat dijumpai hampir di seluruh Indonesia.
Kelemahan dan tantangan:
-    Kandungan FFA tinggi sehingga cenderung mudah tengik dan korosif terhadap peralatan proses;
-       Pasokan CPO untuk industri dalam negeri kurang terjamin karena sebagian besar diekspor dikarenakan harga ekspor yang jauh lebih menarik, sehingga mengakibatkan utilisasi kapasitas produksi industri hilir CPO tidak optimal;
-          Produk turunan CPO nonpangan, yaitu biodiesel tidak mampu bersaing secara keekonomian dengan BBM subsidi; dan

-         Terjadi persaingan pemanfaatan dengan sektor pangan.

Sifat Fisik Minyak Kelapa Sawit
(Barley's Industrial oil and Fat Production, 2005)
b.       Potensi Minyak Kedelai untuk Oleokimis
Penggunaan minyak kedelai langsung dari kacang kedelai sebagai bahan baku biodiesel di Indonesia dirasa cukup memberatkan sektor pangan di Indonesia. Mengingat beberapa bulan lalu terjadinya kelangkaan kedelai di masyarakat sehingga meningkatkan harga kedelai yang cukup tinggi.
Konsumsi kedelai Indonesia pada Tahun 1995 telah mencapai 2.287.317 Ton (Sri Utami, 1997). Sarwono (1989) menyatakan bahwa lebih dari separuh konsumsi kedelai Indonesia dipergunakan untuk diolah menjadi tempe dan tahu. Dengan melihat penggunaan utama kedelai dalam sektor pangan tersebut, tidak memungkinkan penggunaan kedelai langsung dalam memproduksi minyak kedelai untuk aplikasi biofuel. Akan tetapi, proses pembuatan biodiesel berbasis minyak kedelai ini dapat disiasati dengan menggunakan produk buangan yang tidak dikonsumsi oleh masyarakat, karena yang dibutuhkan hanyalah minyaknya. Sehingga, aplikasi ini tidak akan mengganggu sektor pangan di Indonesia.
Sebenarnya, jika ditinjau dari segi penanaman hingga pemanenan, tanaman kedelai ini hanya memerlukan tiga bulan sedangkan kelapa sawit membutuhkan 4 tahun untuk dapat diambil buahnya. Tanaman ini merupakan tanaman tumpangsari sehingga tidak memerlukan lahan khusus untuk penanamannya. Akan tetapi, terdapat kendala yang dihadapi saat ini yaitu minyak kedelai tidak dapat diproduksi secara masal (Topo, 2009).
Kelebihan:
-      Hasil ekstrak minyak tidak mudah menguap dan sangat stabil temperaturnya dalam bentuk cairan;
-        Dapat diproses dengan memisahkan komponen yang tidak dibutuhkan, seperti: fosfat, bahan logam, dan sabun sehingga stabilitasnya meningkat.
Kelemahan:
-     Kandungan phosphatidaes yang sangat tinggi (2%) harus dipisahkan saat proses berlangsung.
-  Kandungan asam linolenik yang tinggi namun bisa dikurangi dengan proses hidrogenasi (Tambun, 2006).

Sifat Fisik Minyak Kedelai
(Barley's Industrial oil and Fat Production, 2005)
c.       Potensi Minyak Mikroalga untuk Oleokimia
Luas lautan indonesia ± 5,6 juta km2 dengan garis pantai sepanjang 81.000 km, memiliki peluang untuk produksi biodiesel dari mikroalga (Departemen Kelautan dan Perikanan Indonesia, 2011).
Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas alga dalam menghasilkan biodiesel, di antaranya: intensitas cahaya, temperatur udara, dan nutrisi. Kondisi iklim dan geografis Indonesia yang cukup tinggi membuat bahan bakar alternatif berbasis mikroalga ini dapat dikembangkan di Indonesia.
Kelebihan:
-     Efisiensi fotosintesi yang lebih tinggi, produksi yang lebih tinggi dan laju pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan tanaman lainnya (Miao & Wu, 2006).
-        Pengambilan minyak tanpa perlu penggilingan. Bisa langsung diekstrak dengan menggunakan bantuan zat pelarut, enzin, pemerasan, ekstraksi CO2, ekstraksi ultrasonik, dan osmotic shock (Nilawati, 2012).
-         Dapat memanfaatkan limbah cair agroindustri, produktivitasnya yang tinggi, yaitu dengan laju pertumbuhan yang hanya dalam hitungan jam atau hari serta tidak memerlukan lahan subur. Hal ini karena makanan utama mikroalga ialah karbondioksida (Suara Merdeka, 2011).
-     Diperkirakan mikroalga mampu menghasilkan minyak 200 kali lebih banyak dibandingkan dengan tumbuh-tumbuhan penghasil minyak (kelapa sawit, jarak pagar, dll) pada kondisi terbaiknya (Rachmaniah, 2010).
-         Proses pembiakan mikroalga hanya membutuhkan waktu 10 hari (Tresa, 2010).
-     Pemanfaatkan mikroalga sebagai pengendali polusi cair khususnya logam berat dan polusi udara khususnya gas rumah kaca CO2 (Setiarto, 2011).
Kelemahan:
-       Meski demikian, pengembangan mikroalga sebagai sumber biofuel masih belum kompetitif dari segi ekonomi (Suara Merdeka, 2011).
-         Belum ada teknologi yang efisien untuk mengekstrak lipid dari alga.
-       Ketika menggunakan ekstraksi matahari: yieid yang dihasilkan sedikit dan butuh kolam yang cukup
-         Ketika menggunakan listrik: energi yang dibutuhkan sangat besar.

Tabel Perbandingan Biodiesel dari Alga dengan Minyak Tanaman
(Banea, 2013)

Tabel Perbandingan Minyak Kelapa Sawit, Minyak Kedelai, dan Mikroalga

No
Parameter
Kelapa Sawit
Kedelai
Alga/Mikroalga





1
Seed Oil Content
(% oil by wt in biomass)a
36
18
30-70
2
Oil Yield
(L oil/ha year) a
5366
636
58700-136900
3
Land 
(m2 year/kg biodiesel) a
2
18
0,2-0,1
4
Biodiesel productivity
(kg biodiesel/ha year) a
4747
562
51927-121104





5
Kandungan Asam Lemak (% wt)




Palmaic 16:0
44b
11b
8,09c

Stearic 18:0
4 b
4 b
29,5 c

Oleic 18:1
39 b
22 b
2,41 c

Linoleic 18:2
11 b
53 b
45,07 c

Linolenic 18:3
Trace (<1%) b
8 b
11,49 c





6
Harga (USD/Ton)
478d
684d
$2,4/L mikroalga oil e





7
Teknologi e
agriculture farm
agriculture farm
cell bioengineering automatically produced in pilot plant
8
Ketersediaan
Sudah tersedia dan bisa ditumbuhkan di dalam negeri
Bisa dari produk buangan yang tidak dikonsumsi
Bisa dikembangbiakan dalam negeri
9
Mekanisme Proses
Hidrolisis, alkoholisis, dan transesterifikasi
Hidrolisis
Transesterifikasi
10.
Aplikasi
Hampir semua industri oleokimia, baik dasar maupun tingkat pengolahan lanjutan
Biodiesel, biopolimer, dan biolubrikan
Potensial sebagai bahan baku biodiesel
Sumber:
a              Mata dkk., 2009                                                    d              Kamarudin, 2011
b              Barley's Industrial oil and Fat Production   e              Helwani, 2009
c              Nilawati, 2012                                                      

Simpulan:
Meskipun bahan bakar nabati mempunyai keuntungan yang besar dari sisi lingkungan, tapi penggunaan bahan bakar nabati dinilai masih kurang dapat bersaing secara ekonomi dengan bahan bakar fosil. Di samping itu, penggunaan tumbuhan-tumbuhan tersebut untuk menghasilkan bahan bakar dikhawatirkan akan menimbulkan masalah ketahanan pangan.
Berdasarkan Tabel 2.1. diketahui bahwa secara garis besar mikroalga dapat dijadikan pendekatan alternatif sumber bahan bakar nabati yang lebih baik dibandingkan minyak kelapa sawit dan minyak kedelai. Selain itu ditinjau dari kompetisi dengan sektor lainnya, minyak dari mikroalga tidak akan mempengaruhi kestabilan pertanian dunia. Bahkan mikroalga dapat membantu masalah lingkungan dengan memanfaatkan limbah agroindustri.


_____________
Ya ALLAH aku mohonkan kepada-MU, berikanlah aku ilmu yang bermanfaat, kelancaran rezeki & amalan yang diterima (HR. Ahmad) o:) aamiin
**gadis kecil yang kesulitan untuk tidur malam**